—Sebanyak 312.390 dosis vaksin Covid 19 buatan Pfizer BioNTech akan diterbangkan dalam pengiriman pertama ke Malaysia. Menteri Sains, Teknologi, dan Inovasi Khairy Jamaluddin mengatakan vaksin akan diterbangkan dengan penerbangan MASKargo ke Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA). "Seperti yang diumumkan PM MuhyiddinYassin, kami akan menerima pengiriman pertama vaksin Pfizer pada 21 Februari,” ujar Khairy Jamaluddin seperti dilansir kantor Berita Malaysia, Bernama, Selasa (16/2/2021).

"Kami akan meminta tentara dan polisi mengawal dan mengamankan vaksin dari ujung ke ujung," katanya dalam posting Twitter nya hari ini. Selain Pfizer, Khairy mengatakan masih ada vaksin lain yang masih harus melalui proses regulasi dengan Badan Pengatur Farmasi Nasional (NPRA). "Mudah mudahan kita bisa menambahkan vaksin lain di Fase 1," tambahnya.

Perdana Menteri Muhyiddin Yassin mengatakan dirinya akan menerima vaksin pertama dalam pelaksanaan program vaksinasi bersama para tenaga medis di garda terdepan perang melawan Covid 19. Fase pertama program ini, yaitu hingga April, akan melibatkan tenaga medis dan garda terdepan lainnya. Kemudian fase kedua, yaitu pada bulan April hingga Agustus, untuk kelompok berisiko tinggi.

Terakhir fase ketiga, yaitu dari Mei tahun ini hingga Februari tahun depan, adalah untuk mereka yang berusia 18 tahun ke atas. Pemerintah Malaysia pada November 2020 mengumumkan pihaknya setuju membeli 12,8 juta dosis vaksin COVID 19, yang dibuat oleh perusahaan asal AS Pfizer Inc dan mitranya dari Jerman, BioNTech. Lewat kontrak pembelian itu, Pfizer akan mengirim gelombang pertama vaksin sebanyak satu juta dosis ke Malaysia pada kuartal I 2021.

Usai pengiriman pertama, Pfizer akan mengirim paket lainnya sebanyak 1,7 juta dosis; 5,8 juta dosis; dan 4,3 juta dosis pada kuartal berikutnya. “Setibanya di Malaysia, vaksin itu akan disalurkan ke daerah daerah di Malaysia dalam waktu 1 2 minggu,” kata Direktur Jenderal Kesehatan Malaysia, Noor Hisham Abdullah, sebagaimana dikutip oleh Bernama. Malaysia pada Januari 2021 juga meneken kontrak pembelian kedua dengan Pfizer untuk pembelian 12,2 juta dosis vaksin tambahan.

Otoritas di Malaysia juga menandatangani perjanjian pembelian 18,4 juta dosis vaksin Covid 19 buatan Gamaleya Research Institue Rusia dan Sinovac Biotech dari China. (BERNAMA)

Leave a Reply

Your email address will not be published.