Pada dasarnya, semua jenis kain bisa menyerap bau, namun seberapa banyak yang bisa diserapnya tergantung dari struktur bagian dalam dan permukaan serat kain itu sendiri.

Umumnya, kain yang dibuat dari serat alami memiliki daya serap lebih baik, jadi lebih tidak berpotensi menyebabkan bau badan saat dikenakan. Kain seperti ini juga bersifat breathable, sehingga lebih nyaman dikenakan saat cuaca panas.

Lalu, jenis kain apa saja yang sebaiknya dihindari jika Anda bermasalah dengan keringat berlebih dan bau badan? Berikut ini beberapa di antaranya.

1. Poliester

Sejumlah penelitian menemukan bukti kalau poliester lebih mudah menyebabkan bau badan daripada kain dari serat alami seperti katun dan linen. Poliester dibuat dari serat berbasis minyak, sehingga menyimpan bahan kimia dan asam yang kerap dikaitkan dengan bau badan dan aroma tak sedap pada umumnya.

2. Satin Clarissa

Sebenarnya, kain satin yang berkualitas justru terasa sejuk dan lembut di kulit. Beberapa jenis kain satin seperti ini antara lain satin velvet, satin sutera, dan satin damask. Namun ada juga satin clarissa yang teksturnya lebih kaku, tebal, dan tidak menyerap keringat. Kain seperti ini umumnya digunakan untuk dekorasi. Kalaupun dibuat pakaian, biasanya untuk rok balon atau tutu yang membutuhkan tekstur mengembang dan kaku.

3. Nylon

Kain nylon dibuat dari polimer sintetis yang berbahan dasar minyak bumi. Karena itulah, kain ini bakal terasa gerah saat dipakai. Walaupun begitu, harganya memang cukup murah. Karena itulah, jenis kain nylon tetap populer di pasaran.

4. Kain Rayon

Sebenarnya kain rayon atau viscose memiliki daya serap yang baik, bahkan lebih baik dari kain katun. Teksturnya juga cukup lembut. Namun tak sedikit orang yang bermasalah dengan keringat berlebih dan bau badan mendapati kain rayon membuat bau badan mereka lebih parah. Pasalnya, kain ini memang dipintal dari serat buatan semisintetis berbahan turunan selulosa.

5. Polyester Fleece

Sebenarnya, fleece adalah kain yang lembut dan biasa digunakan untuk baju hangat. Awalnya, bahan ini dibuat dari wol domba. Namun, kini fleece lebih banyak dipintal dari serat katun atau poliester. Nah, Fleece dari bahan poliester inilah yang terasa panas di kulit. Bisa menyebabkan bau badan yang tak sedap terjebak pula.

6. Sifon Hycon

Kain hycon atau disebut juga sifon hycon memiliki penampilan yang mirip dengan kain sifon. Namun kain ini tidak selembut atau sesejuk sifon meskipun lebih tipis dan licin. Harga sifon hycon termasuk murah, namun tetap bervariasi tergantung komposisi bahannya.

7. Bubble Crepe

Kain bubble crepe terbuat dari poliester. Jika dilihat sekilas, tampak ringan, lembut, dan memberikan efek jatuh yang bagus saat dipakai di badan. Namun seperti poliester pada umumnya, kain juga bisa menyebabkan bau badan semakin parah.

8. Sifon Poliester

Sesuai namanya, sifon poliester dibuat dari serat sintetis yang menjadi bahan utama kain poliester. Karakter kainnya sendiri seperti tekstur sutera, namun dengan kekuatan yang lebih tinggi dan daya serap keringat yang lebih rendah.

9. Akrilik

Kain serat akrilik dibuat dari polimer sintetis berbasis minyak bumi atau batubara yang disebut akrilonitril. Mengingat bahan dasar yang digunakannya, jangan heran kalau baju rajutan atau kain yang dibuat dari serat ini terasa gerah.

10. TC

Kain TC (Teteron Cotton) yang lebih populer dengan nama tetron terbuat dari campuran kain cotton combed 35% dan poliester 65%. Bahan ini kurang bisa menyerap keringat dan agak panas di badan. Jadi lebih cocok untuk celana atau sprei.

Itulah berbagai jenis kain yang cenderung panas dan terasa tidak nyaman di kulit.

Sumber: Cottonworks, Real Men Real Style, D-Laundry, The Fabric of Our Lives, Orami, Who What Wear, ScienceDaily

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.